Rabu, 15 November 2017

PRODUK OLAHAN HASIL PETERNAKAN

DUNIA PETERNAKAN

     Dunia peternakan merupakan dunia bisnis yang menggiurkan. Selain pendapatan dari penjualan ternak hidup dan ternak mati (daging), serta telur maupun susu, produk olahannya juga mendatangkan banyak pembeli sehingga meningkatkan pendapatan. berikut beberapa olahan produk hasil peternakan yang banyak beredar di masyarakat. 

1.Telur Asin



Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang berasa lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Komposisi telur terdiri dari protein dan lemak 13 & 12 % serta vitamin dan mineral. Nilai gizi tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral, seperti zat besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur, yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur, mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. Telur apabila dibiarkan begitu saja di udara terbuka akan rentan rusak akibat mikroba. Kerusakan telur oleh bakteri terjadi karena bakteri masuk ke dalam telur, baik sejak telur berada di dalam maupun sudah berada di luar tubuh induknya.  Perubahan yang dapat terjadi adalah penurunan berat, perubahan kulit telur, adanya jamur dan noda darah dalam isi telur. Sebagai penyebab utama dari penurunan kesegaran telur adalah masuknya mikroba melalui pori-pori kulit telur dan menguapnya air dari dalam ke permukaan telur. Untuk mencegah terjadinya perubahan tersebut, telur dapat diawetkan. Salah satu cara pengawetan telur adalah dengan mengolahnya menjadi telur asin, dengan menggunakan garam dan merebusnya sampai mendidih selama beberapa waktu.
Metode pengasinan pada telur dilakukan agar dapat memperlambat reaksi metabolisme, selain dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan atau kebusukan. Telur asin merupakan salah satu produk pengawetan telur dari kerusakan telur selama penyimpanan. Di samping menghasilkan rasa asin yang khas pada telur, penambahan garam dapur (NaCl) juga bersifat bakteriostatik dan bakterisidal. Ini disebabkan natrium dari garam dapat menaikkan tekanan osmotik yang menyebabkan plasmolisa pada sel mikroba, mengurangi kelarutan oksigen yang dibutuhkan oleh mikroba, serta menghambat aktivitas enzim proteolitik yang berperan pada proses penguraian protein. Jenis mikroba yang mengontaminasi telur biasanya adalah bakteri salmonella, selain bakteri lain seperti Escheria coli (E. coli), yang lazim tumbuh di mana-mana dan berasal dari tempat peternakan unggas. Masuknya mikroba tersebut terjadi bila terdapat keretakan pada kulit telur, atau tidak ada lagi lapisan tipis yang melindungi pori-pori kulit telur. 
Telur yang umum digunakan pada pembuatan telur asin adalah telur itik, karena pori-pori kulitnya lebih besar, sehingga garam lebih mudah masuk ke dalam telur ketika proses pembuatan telur asin. Pada pembuatan telur asin, telur direndam dalam larutan garam jenuh atau dilumuri dengan suatu adonan garam, yang terdiri dari garam, abu gosok atau serbuk bata merah. Garam akan masuk ke dalam telur melalui pori-pori kulitnya. Membuat telur asin bisa dengan beberapa cara. Ada yang merendamnya dalam larutan garam, membalurinya dengan adonan garam, dan membalurinya dengan adonan garam dan abu gosok/bubuk bata merah. Berikut langkah-langkah pembuatan telur asin praktis yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Siapkan bahan

Telur sesuai selera
Garam Krosok
 

Abu gosok

Siapkan 10-30 butir telur berkualitas, 1,5 ​ kg ​abu gosok atau bubuk batu bata merah, 0,5 kg garam dapur, dan air bersih.
2. Siapkan alatnya seperti ember plastik, amplas, panci, alat pengaduk, dan wadah penyimpan telur.
3. Proses selanjutnya siapkan air dalam ember untuk mencuci semua telur mentah dan bisa menggunakan sikat gigi untuk menghilangkan noda di permukaan telur. Setelah itu lap dan keringkan telur. Kemudian menggosok permukaan telur dengan amplas untuk membuka pori – pori telur tersebut sehingga proses pengasinan tersebut dapat meresap ke dalam telur.

4. Di panci terpisah, buat campuran pengasin telur. Caranya, campur abu gosok/bubuk batu bata merah dengan garam menggunakan perbandingan 1:1. Misalkan, 1 kg abu gosok dengan 1 kg garam. Tambahkan air pada campuran ini lalu aduk hingga menjadi seperti pasta.
5. Baluri telur satu persatu dengan adonan setebal 1-2 mm.
6. Simpan telur dalam wadah selama 15 -20 hari. Lama penyimpanan yang semakin lama akan membuat telur semakin asin. Setelah waktu penyimpanan yang ditentukan, bersihkan telur dari adonan pembungkus dan telur tersebut siap diolah menjadi bahan masakan.

2. Yoghurt


     Susu merupakan produk bernilai gizi tinggi yang sangat berperan dalam peningkatan gizi masyarakat, selain efisiensi dalam pemanfaatannya produk asal hewan ini juga mudah diolah menjadi produk olahan susu dan dikombinasikan dengan produk pangan lain untuk kebutuhan konsumsi. Pemanfaatan teknologi dalam pengolaannya sangat beragam, dari metode kontemporer yang sederhana hingga pengolahan modern terutama untuk produksi secara massal. Oleh karena itu, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka tercipta banyak inovasi dalam pengolahan misalnya mentega, es krim, keju, yogurt, dan
produk olahan makanan lainnya.
Yogurt merupakan salah satu bentuk produk minuman hasil pengolahan susu yang memanfaatkan mikroba dalam proses fermentasi susu segar menjadi suatu bentuk produk emulsi semi solid dengan rasa yang lebih asam. Produk ini dapat memberi nilai tambah pada susu terutama untuk meningkatkan daya cerna susu dan membentuk ekologi dalam sistem digesti untuk menunjang stabilitas sistem pencernaan. Hidrolisis gula susu (laktosa) menjadi asam laktat oleh aktifitas mikroba meningkatkan keasaman susu (pH menurun) yang mengakibatkan koagulasi protein susu dan membentuk curd yang kompak. Terbentuknya asam laktat menyebabkan yogurt memiliki rasa asam. Yogurt adalah salah satu produk susu terkoagulasi (mengental), diperoleh dari fermentasi asam laktat melalui aktifitas bakteri Lactobacillus delbruechii var. bulgaricus dan Streptococcussalivarius var. thermophilus, mikroorganisme ini membantu dalam produk akhir sehingga harus hidup aktif dan berlimpah.
Berdasarkan komposisinya, yogurt dibedakan menjadi yogurt berkadar lemak penuh dengan kandungan lemak di atas 3,0 %, yogurt berkadar lemak medium kandungan lemaknya 0,5-3,0%, dan yogurt berkadar lemak rendah bila kandungan lemaknya kurang dari 0,5%. Sedangkan metode pembuatannya, jenis yogurt dibagi menjadi dua, yaitu set yogurt dan stirred yogurt. Bila fermentasi atau inkubasi susu dilakukan dalam kemasan kecil sehingga gumpalan susu yang terbentuk tetap utuh dan tidak berubah sewaktu akan didinginkan atau sampai siap konsumsi, maka produk tersebut disebut set yogurt. Sedangkan stirred yogurt fermentasinya dalam wadah yang besar setelah fermentasi selesai, produk dikemas dalam kemasan kecil, sehingga gumpalan susu dapat berubah atau pecah sebelum pengemasan dan pendinginan selesai.
Yoghurt dikenal memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh, di antaranya bermanfaat bagi penderita lactose intolerance yang merupakan gejala malabsorbsi laktosa yang banyak dialami oleh penduduk, khususnya anak-anak, di beberapa negara Asia dan Afrika. Yogurt juga mampu menurunkan kolesterol darah, menjaga kesehatan lambung dan mencegah kanker saluran pencernaan. Berbagai peranan tersebut terutama karena adanya bakteri yang digunakan dalam proses fermentasi yogurt.
Keberadaan bakteri yang banyak di dalam yoghurt memang berkaitan dengan proses pembuatannya. Pada prinsipnya, pembuatan yoghurt adalah upaya menumbuhkembangkan bakteri pada susu. Mula-mula susu segar di pasteurisasi atau dipanaskan pada suhu 72-80 °C selama beberapa menit, kemudian didinginkan hingga suhu 43 °C. Selanjutnya, ditambahkan starter sebanyak 2-5 % dan di inkubasi pada suhu yang sama selama 6-12 jam. Yang dimaksud starter adalah kultur salah satu atau campuran bakteri tersebut di atas yang ditumbuhkan ke dalam susu. Umumnya kultur yoghurt melibatkan dua atau lebih bakteri yang berbeda untuk proses fermentasi, biasanya yaitu Streptococcus salivarius dan thermophilus dan genus Lactobacillus, seperti L.acidophilus, bulgaricus, casei dan bifidus. Setelah inkubasi, jadilah yoghurt yang ditandai dengan susu menjadi kental dan beraroma asam. Yoghurt akan menjadi kental atau memadat jika disimpan dalam refrigerator. Yoghurt yang disimpan dalam refrigerator akan stabil atau tahan sampai satu minggu atau lebih.
PROSEDUR PEMBUATAN YOGHURT
Alat:
1.      Kompor
2.      Panci
3.      Termometer
4.      Toples kaca/ jar (dapat diganti dengan wadah lain yang steril).
5.      Gelas ukur
Bahan:
1.      Susu segar
2.      Starter/ inokulum.
3.      Susu skim
4.      Gula dan perasa buah.
Prosedur pembuatan yoghurt:
1.      Pasteurisasi susu segar pada suhu 75°C  selama 15 menit.
2.      Angkat dan masukkan dalam Jar/ toples kaca.
3.      Dinginkan hingga mencapai suhu ± 40°C.
4.      Masukkan inokulum sebanyak 2% dari berat susu (jadi untuk 1 liter susu diperlukan 20 ml starter/ inokulum.
5.      Tambahkan susu skim secukupnya.
6.      Tutup toples/ jar dengan cling wrap.
7.      Inkubasi pada suhu ruang selama 12 – 24 jam.
8.      Setelah yoghurt tampak jadi (terlihat menggumpal), panen yoghurt dan beri gula dan perasa buah sesuai dengan yang diinginkan.

3. Nugget      

Bahan pangan sumber protein hewani berupa daging ayam mudah diolah, dicerna dan mempunyai citarasa yang enak sehingga disukai banyak orang. Daging ayam juga merupakan bahan pangan kaya akan gizi yang sangat diperlukan manusia. Daging ayam dalam bentuk segar relatif cepat rusak sehingga merupakan masalah yang serius dalam industri daging. Masalah ini timbul karena pada umumnya daging sudah dikenal sebagai media yang sangat baik bagi pertumbuhan mikroorganisme termasuk bakteri pembusuk. Kerusakan daging yang terlalu cepat harus dicegah dengan berbagai alternatif pengolahan dan pengawetan. Berbagai usaha untuk mencegah kerusakan daging yang cepat telah dilakukan antara lain secara fisik dan kimia.  Usaha mencegah kerusakan sekaligus untuk penganekaragaman produk daging ayam salah satunya adalah dengan mengolah daging ayam menjadi nugget. Nugget adalah suatu bentuk olahan daging yang diberi bumbu, dicampur dengan bahan pengikat kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu dan dilumuri dengan tepung roti (coating) kemudian digoreng. Proses pembuatan nugget memerlukan bahan pengemulsi untuk kestabilan adonannya, bahan pengemulsi yang berperan dalam adonan adalah protein yang berfungsi sebagai pengikat lemak dan air dalam suatu sistem emulsi. Kandungan gizi nugget ayam terdiri dari protein, lemak, karbohidrat, dan mineral. Protein yang dimiliki berasal dari daging ayam yang terdiri dari asam amino yang cukup lengkap. Meski memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap dan baik, namun nugget  ayam mengandung lemak yang tinggi dan serat yang rendah.

Langkah – langkah membuat nugget :
1.      Siapkan alat dan bahan
Bahan yang digunakan adalah daging ayam segar, tepung maizena, tepung tapioka, tepung terigu, susu skim, minyak jagung, minyak goreng serta bumbu-bumbu (bawang putih, lada, garam dan gula). Sedangkan alat yang dipergunakan adalah kompor, alat penggiling, timbangan, alat penggoreng dan peralatan lainnya.  
2.      Daging giling (100 g) dicampur dengan maizena, susu skim (3,5 g), minyak jagung (3 g), es (25 g), bawang putih (2 g), lada (1 g), garam (2 g), gula (1,5 g) dan Monosodium Glutamat (0,1 g).
3.      Adonan dicetak dengan loyang atau alumunium foil dan dikukus kurang lebih 20 menit ± 100o C
4.      Adonan yang telah matang dikukus kemudian didinginkan.dengan dimasukkan dalam lemari es selama 30 menit.
5.      Kemudian adonan di potong-potong sesuai keinginan
6.      Irisan nugget kemudian dilumuri putih telur dan digulingkan pada tepung panir, lalu digoreng selama 2-3 menit sampai berwarna kuning kecoklatan

Untuk menentukan kualitas nugget dilakukan pengujian berdasarkan variabelnya. Variabel yang diamati adalah kualitas kimia dan uji organoleptik.  Kualitas kimia meliputi : kadar air, kadar protein (metode kjeldahl), kadar lemak (metode gravimetri), kadar karbohidrat (metode luff-schoorl). Uji organoleptik yang digunakan adalah uji hedonik dan uji mutu hedonik.  Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan kesan produk terhadap warna, tekstur, kekenyalan, bau dan rasa. Kisaran nilai yang digunakan adalah 1-6 dengan jumlah panelis tidak terlatih 31 orang. Skala nilai yang digunakan adalah: 1 = sangat tidak suka, 2 = tidak suka, 3 = agak tidak suka, 4 = agak suka, 5 = suka, 6 = sangat suka. Analisis kimia menggunakan nugget setengah matang dan untuk analisis palatabilitas menggunakan nugget matang.

PEMALSUAN BERBAGAI PRODUK HASIL PETERNAKAN (susu, daging dan telur)

PEMALSUAN BERBAGAI PRODUK HASIL PETERNAKAN

Permintaan pasar terhadap produk peternakan yang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini berpengaruh terhadap melonjaknya pendapatan peternak hingga pedagang produk peternakan. Keadaan ini dimanfaatkan sebagaian pedagang yang nakal untuk melakukan kecurangan dengan melakukan pemalsuan produk peternakan demi mendapatkan penghasilan yang lebih banyak. Pemalsuan produk hasil peternakan sekarang mulai marak ditemui, untuk itu sebagai konsumen kita harus cerdas dalam memilih dan membeli produk hasil peternakan tersebut di pasaran. Berikut beberapa contoh pemalsuan produk peternakan yang sering dijumpai di masyarakat yang perlu kita waspadai.

1.      SUSU

*    Susu merupakan produk hasil peternakan yang didijadikan bahan makanan yang istimewa bagi manusia karena kelezatan dan komposisinya yang ideal selain air susu mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh, semua zat makanan yang terkandung didalam air susu dapat diserap oleh darah dan dimanfaatkan oleh tubuh. komposisi kimia yang terkandung dalam susu diantaranya lemak 3,8%, protein 3,2%, laktosa 4,7%, abu 0,855, air 87,25%, serta bahan kering 12,75%. Kandungan gizi yang lengkap menjadi alasan tingginya kebutuhan dan permintaan masyarakat akan susu. Tingginya kebutuhan dan permintaan susu di Indonesia menyebabkan munculnya berbagai pemalsuan susu.  Beberapa peternak hewan perah mulai melakukan kecurangan dengan mencampurkan susu segar dengan air. Pada kenyataannya bahan campuran tersebut tidak hanya air, tetapi juga menggunakan bahan-bahan lain yang tidak diketahui keamanannya seperti santan, air tajin, air beras, dan bahan lainnya. Berikut macam-macam pemalsuan susu yang sering terjadi :
*   Pemalsuan susu yang dengannya air
Penambahan air pada susu adalah cara yng paling simpel. Susu yng dipalsukan yang dengannya air terlalu tidak sedikit akan memicu bercak biru pada susu. Yang dengannya menambahkan air pada susu maka akan menurunkan kadar lemak, protein serta kandungan bahan keringnya.
*     Pemalsuan susu yang dengannya santan
Pemalsuan susu yang dengannya santan memicu susu akan berbau semisal kelapa. Adanya gumpalan lemak santan, hal ini penyebabnya yaitu lantaran santan mempunyai molekul lemak yng lebih besar dibandingkan lemak susu lantaran molekul lemak nabati lebih beesar dibanding molekul lemak hewani.
*     Pemalsuan susu yang dengannya air tajin
Air tajin mempunyai keuntungan bagi atau bisa juga dikatakan untuk memalsukan susu, diantaranya warnanya yng putih serta air tajin masih memiliki kandungan vitamin serta karbohidrat yng berasal dari beras.
*     Pemalsuan susu dengan susu kaleng (susu kental manis)
Susu kental manis merupakan produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian besar air dari susu segar atau hasil rekonstitusi susu bubuk berlemak penuh atau hasil rekombinasi susu bubuk tanpa lemak dengan lemak nabati, yang telah ditambah gula (SNI 01-2971-1998). Penambahan susu dengan menggunakan campuran susu kaleng maupun susu kental manis merupakan pemalsuan yang mudah dan cukup efektif. Hal ini dikarenakan pada susu yang ditambahkan tidak terjadi perubahan warna maupun bau. Namun, penambahan dengan susu kaleng membuat sampel susu terasa lebih manis.
*     Pemalsuan susu yang dengannya soda kue
Natrium bikarbonat merupakan senyawa kimia yang dengannya rumus NaHCO3. Dalam menyebutannya kerap disingkat menjadi bicnat. Senyawa ini salah satunya kelompok garam serta sudah dipakai sejak lama. Senyaw a ini disebut pun baking soda (soda kue), Sodium bikarbonat, natrium hidrogen karbonat, serta lain-lain. Senyawa ini adalah kristal yng Suka terdapat dalam bentuk serbuk. Natrium bikarbonat larut dalam air. Senyawa ini dipakai dalamroti ataupun kue lantaran bereaksi yang dengannya bahan lain membentuk gas karbon dioksida, yng memicu roti “mengembang” (Holleman & Wiberg).
*     Pemalsuan susu yang dengannya formalin
Formaldehde ataupun biasa disebut yang dengannya formalin merupakan larutan organic yang dengannya rumus kimia CH2O, Formalin adalah bentuk aldehid yng paling simpel. Pada temperature ruang, formalin berwujud cair yng bening yang dengannya aroma yng tajam. Disaat dilarutkan didalam air, formalin bergabung yang dengannya air serta membentuk metanediol ataupun metilen glikol H2C(OH)2. Formalin jarang didapati pada mahluk hidup. Formalin adalah penyebab utama dari keracunan methanol, lantaran methanol dimetabolisme menjadi formaldehid beracun oleh dehidrogenase alcohol. Pada kita-kita, mengonsumsi bahan makanan yng memiliki kandungan formalin bisa memicu muntah, sakit perut, mumet serta dalam kasus yng ekstrim bisa memicu kematian. Disamping itu, penggunaan formalin dalam bahan makanan bisa memicu efek karsinogen.
*     Pemalsuan susu yang dengannya penambahan kaporit
Susu yng dicampur/ dioplos yang dengannya kaporit umumnya dijual di pinggir jalan oleh pedagang kaki lima yang dengannya label “SUSU SEGAR” ataupun “SUSU MURNI”. Modusnya bermacam-macam, rata-rata pedagang ingin mencapai maupun meraih keuntungan lebih tidak sedikit yang dengannya susu oplosan ini. Sebelum dijual, susu segar yng didapat dari peternak dicampur yang dengannya air agar lebih tidak sedikit. Yang dengannya adanya tambahan air tentunya susu segar akan berganti menjadi encer. Nah, bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengembalikan kekentalannya ditambahkan kaporit kedalam susu segar yang telah di sebutkan. Kaporit yng umumnya dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk penjernih air serta pembunuh kuman ini sebetulnya cuma berfungsi bagi atau bisa juga dikatakan untuk menambah kekentalan susu saja. Andai disimpan, susu murni akan bertahan hingga 5 hari, sedangkan susu oplosan cuma bertahan 2 hari saja. 

2.      DAGING

Daging merupakan produk hasil peternakan yang sering dicari konsumen untuk pemenuhan pangan dalam kehidupan sehari – hari. Sama seperti produk hasil peternakan lainnya, daging banyak dicari karena selain memiliki kandungan gizi tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh juga karena rasanya yang lezat setelah dimasak. Tingginya permintaan ini seringkali membuat banyak pedagang melakukan tindak kecurangan dengan memalsukaanya untuk menambah keuntungan material. Kasus pemalsuan daging setiap tahun mengalami kenaikan yang pesat. Daging yang dipalsukan kebanyakan adalah makanan olahan seperti bakso dari daging sapi yang telah dicampur dengan daging babi maupun daging celeng, daging gelonggongan maupun pencampuran daging dengan formalin.
v  Daging ayam tiren
Berikut karakteristiknya :
§  Daging yang berwarna pucat, tidak segar atau kebiruan
§  Pada kulit terdapat bercak darah, berdarah pada bagian kepala dan leher
§  Aroma amis akan tercium saat kita memotongnya
§  Otot paha dan dada agak lembek
§  Biasanya pembuluh darahnya tidak putus
§  Serabut otot berwarna agak kemerah-merahan
§  Pembuluh dileher dan sayap penuh dgn darah
§  Bekas tempat pemotongan dileher rata, terlihat sedikit dan tidak lebar
§  Semakin lama bercak merah menjadi kebiruan (terjadi pembusukan)
§  Jika dicabut bulunya kemudian dimasukan kedalam plastik akan keluar cairan merah
§  Tidak mulus seperti ayam potong ketika hidup, kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat
§  Harganya lebih murah



v  Daging berformalin
Karakteristik daging berformalin :



      Kulit jika diraba terasa keset dan Warna kulitnya lebih pucat dan mengkilap dibanding daging ayam segar
      Tidak dihinggapi lalat
      Bau formalin kadang tercium dan kadang tidak tergantung konsetrasinya
      Penjual biasanya menjajakan daging tanpa menggunakan pendingin
      Daging lebih kenyal dan kencanng dan pada bagian paha sampai kaki terlihat kaku  serta  Tidak rusak selama dua hari pada suhu kamar 25 -27oC.

v  Daging dicampur daging babi/celeng
KARAKTERISTIK DAGING YANG DIOPLOS DAGING BABI
      Warna daging lebih pucat
      Bau daging berbeda dengan daging sapi
      Tekstur daging lebih lembut
      Serat garis – garis pada dagingnya ada yang terlihat jelas dan ada yang samar serta renggang
      Perlemakannya percampuran antara kaku dan elastis, dimana lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging sapi agak kering dan tampak berserat
v  DAGING GELONGGONGAN
Karakteristiknya :
      Warna merah pucat
      Tekstur lembek berair
      Bau anyir kadang berbau busuk (amonia = pesin seperti air kecing,  H2S = Seperti kentut)
      Daging tidak digantung dan tidak dilayukan
      Jika dipegang basah dan banyak darahnya
      Disukai lalat
      Konsistensinya tidak kental

3.      Telur

Telur merupakan salah satu produk hewani yang digunakan sebagai bahan pangan sumber protein, lemak dan vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.


Berbagai pemalsuan telur yakni sebagai berikut :

1.      Telur Imitasi

Bagaimana Mengenali Telur Imitasi:
1. Dari warna. Permukaan kulit telur imitasi lebih terang, tetapi tidak terlalu mencolok;
2. Dari suaranya. Telur imitasi dikocok-kocok akan terdengar suara, ini dikarenakan cairan yang meleleh keluar dari bahan zat pengental;
3. Dari aromanya. Telur asli tercium bau agak amis sedikit, sedangkan telur imitasi kemungkinan tercium bau bahan kimia;
4. Telur imitasi tak lama setelah dipecah, maka telur kuning dan putihnya langsung tercampur. Ini disebabkan karena mereka terbuat dari bahan yang sama;
5. Sewaktu membuat telur matasapi, putih dan kuning telurnya di dalam wajan terlihat menguning.
Disamping merupakan perbandingan telur asli dan Palsu/imitasi (Foto dari internet):

2. Pemalsuan Telur ayam Kampung dengan Telur ayam ras

Telur ayam kampung dijual di pasaran lebih mahal karena khasiatnya yang di percaya membantu mengembalikan stamina bagi yang mengkonsumsinya. Kalau ayam negri lebih enak untuk didadar dan digoreng, orang lebih suka mengkonsumsi telur ayam kampung dengan cara ditelan mentah-mentah. Tapi, pernah gak sih kita berpikir bahwa telur ayam kampung yang kita beli itu asli atau palsu ? Nah sekarang akan saya bahas. Saat ini, sudah banyak pedagang yang menukarkan telur ayam kampung dengan telur ayam negri yang lebih murah. Cara mereka menukar telur ayam negri dengan telur ayam kampung yaitu sebagai berikut :
   1. Menyiapkan wadah
   2. Lalu diwadah di isi air dan bahan kimia
   3. Menaruh telur diwadah
   4. Diamkan / rendam telur selama satu jam
   5. Keringkan

Telur yang dihasilkan dengan cara tadi akan mirip dengan telur ayam kampung yang asli. Tetapi bukan berarti kita tidak bisa membedakannya. Caranya:
    * Bentuk : asli lebih kecil dan licin, sementara telur yg palsu akan terasa lebih kasar.
    * Isi        : asli kuning telurnya lebih banyak dan warna kuning telur kemerahan. Sedangkan telur palsu kuning telur lebih sedikit dan warna kuning telurnya kuning terang.
Tidak hanya  telur ayam kampung saja yang dipalsukan, te tapi telur asin yang biasa kita beli juga sudah banyak dipalsukan.Telur asin yg semestinya dibuat dari telur bebek dipalsukan menjadi telur ayam Cara pemalsuannya beragam. Mulai dari 3 hari bahkan ada yang satu hari, padahal sebetulnya telur asin yang asli baru bisa dijual dua minggu kemudian. Tentunya ini sangat menguntungkan bagi mereka yang berhasil menipu masyarakat. Harga telur asin dipasaran sekarang ini sekitar Rp.1500 sedangkan telur ayam sebutir hanya Rp.600 per butir. Berikut ini bagaimana cara pedagang memalsukan telur asin :
   1. Jadi mereka memilih telur ayam yg ukurannya mirip dengan ukuran telur bebek
   2. Mereka lalu membeli cat tembok warna telur asin yaitu hiaju tosca
   3. Cuci telur hingga bersih supaya cat menempel di telur.
   4. Campurkan cat,garam dapur, dan garam kasa
   5. Rendam telur selama 3-5 hari
   6. Cuci dan lap telur hingga bersih
   7. Lalu mereka memberikan tepung kanji untuk mengelabuhi pembeli
Ada lagi satu cara membuat telur ayam menjadi telur asin:
   1. Cuci telur
   2. Rendam telur dengan air cuka cukup ujungnya saja sekitar 30 mnt
   3. Ketika ujungnya sudah melunak lalu disuntik air garam (takaran tdk tentu)
   4. Rebus
   5. Dinginkan
   6. Beri warna dengan cat sablon
   7. Olesi tepung kanji
Ini sangat tidak layak untuk dibeli, karena tidak bersih dan tidak terjamin kesehatannya. Tapi tetap ada cara agar kita tidak tertipu dengan pemalsuan telur asin ini :
   1. Cek apakah ada bercak, periksa tepung pembalutnya
   2. Isi yang asli kuning telurnya kemerahan sedangkan yg palsu kuning keputihan karen dari telur ayam.

Nah sekarang kita sudah mengetahui dan mengerti tentang pemalsuan produk hasil peternakan seperti susu, daging dan telur. Jadi mulai sekarang berhati-hatilah dalam memilih dan membeli. Jangan sampai tertipu !